Kerjasama internasional antara Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya dan NTUST telah disepakati untuk dilaksanakan mulai tahun ajaran 2014/2015.
Program dual degree ini (2 tahun di WM dan 2 tahun di NTUST) akan dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, dan mahasiswa akan diajarkan juga bahasa mandarin. Perkuliahan tahun pertama dan kedua akan dilaksanakan di Unika Widya Mandala Surabaya dan tahun ke tiga dan ke empat akan dilaksanakan di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST, Taiwan).
Program ini betul-betul akan dilaksanakan secara internasional dimana tenaga pengajar akan berasal dari Unika Widya Mandala Surabaya (yang memenuhi kualifikasi), NTUST, dan beberapa dari Universitas lainnya seperti dari Wollongong (Australia), The University of Queensland (Australia) dan juga dari beberapa negara lainnya.
Disamping mempelajari ilmu Teknik Kimia pada program dual degree ini akan diberikan ilmu business dan manajemen (20 kredit) yang menjadi kekuatan dari NTUST sehingga mahasiswa yang lulus program ini juga memperoleh kemampuan dalam bidang manajemen dan business, sehingga mahasiswa yang lulus program ini juga memperoleh sertifikat diploma dalam bidang manajemen yang akan dikeluarkan oleh pihak NTUST.
Pihak NTUST juga menawarkan fast track untuk master (full scholarship) bagi mahasiswa yang mengikuti program ini dengan nilai yang sangat bagus. Dengan menanbah 1 tahun di NTUST mahasiswa akan mendapatkan gelar master.
Sunday, 23 February 2014
Saturday, 15 February 2014
Dahlan Dorong Penelitian Super Kapasitor (sumber: Metrotvnews.com)
Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung penelitian super kapasitor buatan Indonesia ala peneliti Universitas Widya Mandala Surabaya.
"Beberapa tahun sebelumnya, saya bertemu seorang ilmuwan luar negeri yang membahas tentang potensi energi alternatif pengganti BBM," kata Dahlan.
Menurut Dahlan Iskan yang merupakan teman lama Rektor WM Kuncoro Foe itu, tingginya harga BBM dan ketergantungan masyarakat akan bahan bakar memerlukan bahan bakar alternatif yakni super kapasitor.
"Sebagai orang awam, saya kira itu akan dihasilkan oleh peneliti dari teknik elektro. Saya sudah bertanya ke mana-mana, ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, beberapa universitas di Surabaya, maupun di kota lainnya," katanya.
Namun, semuanya tidak mempunyai. "Setelah agak putus asa, saya nge-twitt dan malah mendapat banyak masukan. Salah satunya saya mendengar tentang Pak Suryadi yang sering meneliti di bidang electrochemical (elektrokimia)," katanya.
Suryadi Ismadji adalah Dekan Fakultas Teknik WM yang pernah mendapat Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari empat Kementerian pada tahun 2012.
"Pada dasarnya, penelitian kami memang gado-gado, dari segi teknik kimia ada banyak yang bisa diteliti mulai dari biofuel, sampai dengan super kapasitor," kata Suryadi.
"Beberapa tahun sebelumnya, saya bertemu seorang ilmuwan luar negeri yang membahas tentang potensi energi alternatif pengganti BBM," kata Dahlan.
Menurut Dahlan Iskan yang merupakan teman lama Rektor WM Kuncoro Foe itu, tingginya harga BBM dan ketergantungan masyarakat akan bahan bakar memerlukan bahan bakar alternatif yakni super kapasitor.
"Sebagai orang awam, saya kira itu akan dihasilkan oleh peneliti dari teknik elektro. Saya sudah bertanya ke mana-mana, ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, beberapa universitas di Surabaya, maupun di kota lainnya," katanya.
Namun, semuanya tidak mempunyai. "Setelah agak putus asa, saya nge-twitt dan malah mendapat banyak masukan. Salah satunya saya mendengar tentang Pak Suryadi yang sering meneliti di bidang electrochemical (elektrokimia)," katanya.
Suryadi Ismadji adalah Dekan Fakultas Teknik WM yang pernah mendapat Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari empat Kementerian pada tahun 2012.
"Pada dasarnya, penelitian kami memang gado-gado, dari segi teknik kimia ada banyak yang bisa diteliti mulai dari biofuel, sampai dengan super kapasitor," kata Suryadi.
Ia menjelaskan penelitian yang dilakukannya adalah super kapasitor dengan elektroda dari bahan baku karbon aktif yang diambil dari kulit ketela pohon.
"Asalkan diproduksi massal, maka super kapasitor akan menjadi alternatif energi yang mudah dan murah. Penyimpanan energi lebih cepat dan tahan lebih lama," katanya.
Menurut dia, karbon aktif mampu menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran yang lebih kecil, cocok untuk perkembangan perangkat elektronik berukuran kecil dan bahkan sangat kecil (teknologi nano).
"Ini (inovasi) merupakan terobosan baru bahan penyusun elektroda kapasitor yang berasal dari bahan yang selama ini hanya menjadi sampah, yakni kulit ketela pohon," kata peneliti yang tahun 2013 menghasilkan 20 jurnal penelitian di bidang teknik kimia itu.
Ia menilai kandungan karbon yang tinggi memungkinkan kulit ketela pohon sebagai bahan dasar pembuatan EDLC (Electric Double Layer Capacitor), sebuah kapasitor super yang berukuran kecil, namun dengan kapasitas penyimpanan besar.
"Saat penelitian ini didaftarkan ke BIC, sudah kami sampaikan bahwa kami butuh partner industri untuk mengembangkan ini. Super kapasitor sangat bergantung pada elektroda yang digunakan, makin baik kualitasnya akan makin kuat daya tahannya," katanya.
Singkong adalah produk lokal Indonesia yang tidak terpikir oleh banyak orang kalau limbahnya bisa berguna. Kulit singkong juga bisa dikembangkan untuk menjadi graphene yang kemampuannya menahan energi bisa 10 kali lipat lebih kuat dari elektroda karbon aktif.
"Graphene adalah selapis kristal-kristal karbon 2-dimensi yang tersusun teratur seperti sarang lebah dan saat ini diteliti secara besar-besaran di Amerika sebagai alternatif media penyimpanan energi," katanya.
Setelah mendengar garis besar penjelasan dari Suryadi, Dahlan menyampaikan niatnya untuk mendukung sepenuhnya penelitian super kapasitor tersebut.
"Tinggal buat roadmap-nya, beserta prediksi kira-kira dalam berapa tahun penelitian ini bisa menghasilkan super kapasitor yang bagus. Lebih cepat lebih baik, karena kita ini negeri yang dijajah BBM, kayak demo dan lain-lain. Ini adalah harapan bangsa kita," tutur Dahlan. (antara)
"Asalkan diproduksi massal, maka super kapasitor akan menjadi alternatif energi yang mudah dan murah. Penyimpanan energi lebih cepat dan tahan lebih lama," katanya.
Menurut dia, karbon aktif mampu menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran yang lebih kecil, cocok untuk perkembangan perangkat elektronik berukuran kecil dan bahkan sangat kecil (teknologi nano).
"Ini (inovasi) merupakan terobosan baru bahan penyusun elektroda kapasitor yang berasal dari bahan yang selama ini hanya menjadi sampah, yakni kulit ketela pohon," kata peneliti yang tahun 2013 menghasilkan 20 jurnal penelitian di bidang teknik kimia itu.
Ia menilai kandungan karbon yang tinggi memungkinkan kulit ketela pohon sebagai bahan dasar pembuatan EDLC (Electric Double Layer Capacitor), sebuah kapasitor super yang berukuran kecil, namun dengan kapasitas penyimpanan besar.
"Saat penelitian ini didaftarkan ke BIC, sudah kami sampaikan bahwa kami butuh partner industri untuk mengembangkan ini. Super kapasitor sangat bergantung pada elektroda yang digunakan, makin baik kualitasnya akan makin kuat daya tahannya," katanya.
Singkong adalah produk lokal Indonesia yang tidak terpikir oleh banyak orang kalau limbahnya bisa berguna. Kulit singkong juga bisa dikembangkan untuk menjadi graphene yang kemampuannya menahan energi bisa 10 kali lipat lebih kuat dari elektroda karbon aktif.
"Graphene adalah selapis kristal-kristal karbon 2-dimensi yang tersusun teratur seperti sarang lebah dan saat ini diteliti secara besar-besaran di Amerika sebagai alternatif media penyimpanan energi," katanya.
Setelah mendengar garis besar penjelasan dari Suryadi, Dahlan menyampaikan niatnya untuk mendukung sepenuhnya penelitian super kapasitor tersebut.
"Tinggal buat roadmap-nya, beserta prediksi kira-kira dalam berapa tahun penelitian ini bisa menghasilkan super kapasitor yang bagus. Lebih cepat lebih baik, karena kita ini negeri yang dijajah BBM, kayak demo dan lain-lain. Ini adalah harapan bangsa kita," tutur Dahlan. (antara)
Editor: Asnawi Khaddaf
http://www.metrotvnews.com/tekno/read/2014/02/15/13/216228/Dahlan-Dorong-Penelitian-Super-Kapasito
http://www.metrotvnews.com/tekno/read/2014/02/15/13/216228/Dahlan-Dorong-Penelitian-Super-Kapasito
Friday, 14 February 2014
Pengembangan Superkapasitor
Pada tanggal 14 February 2014, Menteri BUMN bapak Dahlan Iskan mengunjungi Unika Widya Mandala Surabaya untuk membicarakan pengembangan superkapasitor sebagai alternatif pengganti energi masa depan.
Pada kesempatan tersebut hadir Rektor Unika Widya Mandala Surabaya Kuncoro Foe PhD beserta Wakil rektor 1 Harto Pramono PhD dan wakil Rektor 2 Dr Erna Susilowati dan tim dari Teknik Kimia yaitu Suryadi Ismadji PhD, Wenny Irawaty PhD, Felycia Edi Soetaredjo PhD, Aning Ayucitra MEngSc.
Pada kesempatan tersebut hadir Rektor Unika Widya Mandala Surabaya Kuncoro Foe PhD beserta Wakil rektor 1 Harto Pramono PhD dan wakil Rektor 2 Dr Erna Susilowati dan tim dari Teknik Kimia yaitu Suryadi Ismadji PhD, Wenny Irawaty PhD, Felycia Edi Soetaredjo PhD, Aning Ayucitra MEngSc.
Tiga mahasiswi Jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya Internship di NTUST Taiwan
Tiga orang mahasiswi Jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya yaitu Jindrayani Nyoo Putro, Yovita Djojorahardjo dan Cynthia Wijaya mendapatkan kesempatan internship di NTUST (National Taiwan University of Science and Technology) Taiwan selama 6 bulan (February sampai Juli 2014). Mereka selama di NTUST akan berada dalam bimbingan Professor Yi-Hsu Ju, Professor S.Y. Lin, dan Professor M.J. Wang
Sunday, 9 February 2014
Sumbangan alumni
Dear All, sumbangan alumni sampai dengan tanggal 9 Februari adalah Rp. 16,503,794.98. Partisipasui alumni masih diharapkan.
Thank you atas partisipasinya.
Thank you atas partisipasinya.
Sunday, 2 February 2014
POTENTIA Edisi 1 (Widya Mandala)
Silahkan mengunduh majalah digital milik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya edisi 1 yang diproduksi oleh Kantor Humas melalui link yang tersedia
Jerami Untuk Menyerap Logam Berat Limbah Industri (sumber website Unika Widya Mandala Surabaya)
Tingginya kandungan logam berat yang terdapat dalam limbah industri di Indonesia menyebabkan beberapa dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. Limbah industri yang terserap oleh tanah dan yang mencemari air akan menyebabkan terganggunya kesehatan apabila manusia secara terus menerus mengkonsumsi hasil alam yang terkontaminasi limbah. Mulai dari luka luar seperti kulit melepuh hingga keterbelakangan mental bisa diakibatkan oleh polusi limbah industri yang tidak diperhatikan teknik pengolahannya.
Keprihatinan akan hal ini mendorong Felycia Edi Soetaredjo, PhD. untuk melakukan penelitian mendalam terhadap pembentukan model biosorbent (penyerap dari biomassa) terhadap kandungan logam berat yang terdapat di dalam limbah industri. Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan banyak limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai biomassa, salah satunya adalah jerami yang dihasilkan dari limbah tanaman padi. Menggunakan biosorbent dari jerami adalah suatu alternatif berbiaya ringan dalam teknik pengolahan limbah cair industri.
“Saya selalu tertarik melakukan penelitian demi penyelamatan lingkungan. Saat ini di Indonesia, pengolahan limbah industri agar menjadi lebih ramah lingkungan masih sangat kurang. Itu juga sebabnya kami selalu mendorong mahasiswa untuk berkreasi menghasilkan produk yang zero waste, jadi semua bisa bermanfaat” tutur Felycia yang menjadi dosen mata kuliahtechnopreneurship di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (WM).
Berkat penelitian ini, Felycia yang juga alumnus jurusan teknik kimia WM angkatan tahun 1995, kembali memenangkanresearch grant International Foundation of Sciences (IFS) dari Swedia. “Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa, mengingat penerima IFS di Indonesia tidak banyak. Sejak berdiri pada tahun 1972 hingga sekarang penerima IFS di Indonesia tidak lebih dari 100 ilmuwan,” ujar Suryadi Ismadji, Dekan Fakultas Teknik WM peraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2012 oleh 4 Kementerian. (redaksi)
Jindrayani Nyoo Putro: Ke Jepang Berkat Kulit Kacang (sumber Web site Widya Mandala)
(WM, 26/10/2013) - Menipisnya bahan bakar fosil, meningkatnya harga minyak mentah dan masalah pemanasan global yang memprihatinkan menyebabkan perhatian dunia mengarah ke sumber energi terbarukan. Pada saat ini pemanfaatan biomassa lignoselulosa dapat memberikan jalur alternatif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar dan produksi bahan-bahan kimia. Berdasarkan kesiapan bahan baku yang dipakai, bahan bakar dibedakan menjadi bahan bakar primer dan sekunder. Bahan bakar primer seperti kayu bakar dan lemak hewan digunakan secara langsung untuk pemanasan, memasak dan produksi listrik. Bahan bakar sekunder seperti biodiesel dan bioetanol terbagi menjadi tiga generasi, generasi pertama yang berasal dari bahan pangan sebagai bahan baku untuk produksi bahan bakar. Produksi bahan bakar generasi pertama ini mempunyai kerugian yaitu adanya batasan lingkungan dan ekonomi, karena seiring dengan meningkatnya produksi bahan bakar maka akan terjadi persaingan lahan yang digunakan antara produksi pangan dan kapasitas produksi bahan bakar. Persaingan ini menyebabkan situasi kekurangan bahan pangan yang parah, dimana lebih dari 800 juta jiwa di dunia sedang menderita masalah kelaparan dan gizi buruk. Berbeda dari generasi pertama, bahan bakar generasi kedua dihasilkan dari produk samping pertanian dan sisa-sisa dari perindustrian yang tidak bersaing dengan produksi bahan pangan. Yang terakhir adalah bahan bakar generasi ketiga yang berasal dari mikroalga, dimana perawatan mikroalga sendiri membutuhkan banyak biaya serta desain proses yang efektif untuk mendukung perkembangbiakan mikroalga. Generasi ketiga masih sangat sulit diterapkan di Indonesia. Hal tersebut melatarbelakangi Jindrayani Nyoo Putro, mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya untuk membuat penelitian mengenai pemanfaatan kulit kacang sebagai sumber bahan baku baru untuk produksi intermediate Bahan Bakar Bio-Jet. “Insiprasi saya untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang kulit kacang muncul ketika saya sedang makan gado – gado. Saya pikir akan sayang sekali kalau kacang yang menjadi bahan dasar bumbu makanan ini, kulitnya dibuang percuma,” ujarnya sambil terbahak.
Dengan modal dasar pengetahuan bahwa lignoselulosa yang terkandung dalam kulit kacang menarik perhatian para peneliti didunia untuk dijadikan bahan dasar bio jet fuel, maka Jindra melakukan penelitian lanjutan tentang kulit kacang ini. “Lignoselulosa ini bersifat carbon neutral, bahan ini sama sekali tidak memberikan efek buruk terhadap lingkungan tetapi mampu mengatasi masalah efek gas rumah kaca. Sintesa Lignoselulosa hanya mengambil energi dari matahari, karbondioksida (CO2) dan air (H2O) dari lingkungan, bahkan melepas oksigen (O2) yang berguna untuk kehidupan mahkluk lainnya,” ungkap Jindra yang lebih suka menghabiskan waktu luangnya di laboratorium kampus untuk melakukan penelitian. Penelitian tentang kulit kacang ini berhasil membawa Jindra ke kancah Internasional. Jindra memenangi ajang Tokyo Tech Indonesian Commitment Awards 2013 (TICA) dalam bidang Applied Science and Engineering. “Saya tidak memiliki ekspektasi untuk meraih kemenangan, karena kompetitor juga hebat – hebat. Namun, Puji Tuhan, saya bisa memenangi kompetisi TICA dan tanggal 6 - 11 November 2013 nanti saya berada di Jepang untuk mempresentasikan hasil penelitian ini,” pungkas anak sulung dari empat bersaudara ini.
Jindra menjelaskan bahwa sumber daya alam bisa dijadikan sebagai bahan baku yang berkelanjutan untuk menggantikan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, hal ini juga sekaligus mengurangi biaya bahan baku pembuatan bahan bakar dan ramah lingkungan. “Di Eropa dan Amerika, pemerintah mulai peduli pada sumber daya alam pengganti bahan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, karena lama kelamaan akan habis. Saya melihat bahwa kulit kacang ini memiliki prospek yang baik sebagai sumber daya alam yang bisa digunakan di Indonesia karena jumlahnya berlimpah dan murah,” ucap mahasiswi semester 5 jurusan Teknik Kimia WM yang memiliki ambisi untuk mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang doktoral dan berkarir dalam bidang riset dan pengembangan. “Jujur, saya sempat pesismis penelitian saya ini bisa menang, karena saya tahun lalu ikut TICA dan kalah, sama sekali tidak masuk nominasi. Pada saat itu, saya patah hati dan menangis. Rasanya bahkan lebih sakit daripada habis diputus pacar. Saya tidak mau melakukan penelitian lagi selama 1 semester. Semester 5 ini saya kembali aktif untuk melakukan penelitian, karena memang keinginan saya untuk bekerja pada bidang riset dan pengembangan. Saya bisa jatuh, tapi saya harus bangkit lagi demi orang tua dan impian saya,” ujarnya dengan penuh semangat diakhir wawancara. (redaksi)
Mahasiswi Widya Mandala ciptakan sabun dari kecambah (antaranews.com)
urabaya (ANTARA News) - Empat mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menciptakan sabun cair dengan bahan baku dari kecambah.
"Produk kecantikan yang berupa sabun cair ini mengandung vitamin E yang baik bagi kulit," ujar mahasiswi Widya Mandala Merry Anggraini di Surabaya, Kamis.
Didampingi tiga rekannya, Rebeca Ervina Sanjaya, Ivonne Christalina, dan Anita Yuliviana, mahasiswa Teknik Kimia Widya Mandala angkatan 2010 itu menjelaskan kecambah selama ini hanya diolah sebagai makanan.
"Tanpa disadari, ada kandungan senyawa antioksidan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, apalagi kecambah itu mudah dicari, mudah tumbuh, dan memiliki harga yang terjangkau," ujarnya.
Ia menjelaskan kecambah digolongkan sayur-sayuran yang paling praktis karena kecambah dapat dipanen hanya dalam waktu 3-5 hari, tumbuh sepanjang tahun dalam segala cuaca, bahkan tidak butuh sinar matahari.
"Manfaat kecambah sebagai sumber vitamin E yang berfungsi untuk menyehatkan, menghaluskan, mencegah penuaan dini, melindungi kulit akibat radiasi sinar ultraviolet," katanya.
Selain itu, kecambah juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari serangan radikal bebas merupakan faktor utama yang melatarbelakangi pemilihan bahan kecambah ini.
"Vitamin E memang banyak digunakan kaum perempuan untuk merawat kecantikan kulit, bahkan mengonsumsi vitamin E dalam bentuk tablet atau kapsul lunak seolah menjadi rutinitas kaum hawa untuk menjaga kesegaran dan kecantikan kulit," katanya.
Melalui proses percobaan yang cukup rumit, keempat mahasiswi itu mencoba memasukkan ekstrak kecambah dan serpihan gandum ke dalam formula sabun cair.
"Proses kritis terjadi pada saat pencampuran ekstrak kecambah ke formula sabun cair ini agar tidak terjadi oksidasi yang dapat merusak khasiat maupun penampilan produknya," kata Ivonne.
Mengenai proses pembuatan sabun cair, Rebeca juga mengatakan bahwa campuran "oat flakes" (serpihan gandum) yang difungsikan sebagai scrub bermanfaat untuk membersihkan daki atau kotoran yang menempel di kulit.
Inovasi keempat mahasiswa WM itu tercatat dalam daftar 105 Inovasi Indonesia Prospektif 2013 yang diadakan oleh Business Innovation Center (BIC).
"Produk kecantikan yang berupa sabun cair ini mengandung vitamin E yang baik bagi kulit," ujar mahasiswi Widya Mandala Merry Anggraini di Surabaya, Kamis.
Didampingi tiga rekannya, Rebeca Ervina Sanjaya, Ivonne Christalina, dan Anita Yuliviana, mahasiswa Teknik Kimia Widya Mandala angkatan 2010 itu menjelaskan kecambah selama ini hanya diolah sebagai makanan.
"Tanpa disadari, ada kandungan senyawa antioksidan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, apalagi kecambah itu mudah dicari, mudah tumbuh, dan memiliki harga yang terjangkau," ujarnya.
Ia menjelaskan kecambah digolongkan sayur-sayuran yang paling praktis karena kecambah dapat dipanen hanya dalam waktu 3-5 hari, tumbuh sepanjang tahun dalam segala cuaca, bahkan tidak butuh sinar matahari.
"Manfaat kecambah sebagai sumber vitamin E yang berfungsi untuk menyehatkan, menghaluskan, mencegah penuaan dini, melindungi kulit akibat radiasi sinar ultraviolet," katanya.
Selain itu, kecambah juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari serangan radikal bebas merupakan faktor utama yang melatarbelakangi pemilihan bahan kecambah ini.
"Vitamin E memang banyak digunakan kaum perempuan untuk merawat kecantikan kulit, bahkan mengonsumsi vitamin E dalam bentuk tablet atau kapsul lunak seolah menjadi rutinitas kaum hawa untuk menjaga kesegaran dan kecantikan kulit," katanya.
Melalui proses percobaan yang cukup rumit, keempat mahasiswi itu mencoba memasukkan ekstrak kecambah dan serpihan gandum ke dalam formula sabun cair.
"Proses kritis terjadi pada saat pencampuran ekstrak kecambah ke formula sabun cair ini agar tidak terjadi oksidasi yang dapat merusak khasiat maupun penampilan produknya," kata Ivonne.
Mengenai proses pembuatan sabun cair, Rebeca juga mengatakan bahwa campuran "oat flakes" (serpihan gandum) yang difungsikan sebagai scrub bermanfaat untuk membersihkan daki atau kotoran yang menempel di kulit.
Inovasi keempat mahasiswa WM itu tercatat dalam daftar 105 Inovasi Indonesia Prospektif 2013 yang diadakan oleh Business Innovation Center (BIC).
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2014
Tuesday, 28 January 2014
6 Hibah penelitian DIKTI berhasil diperoleh dosen-dosen Jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya
Enam buah hibah penelitian DIKTI pembiayaan tahun 2014 berhasil diperoleh para dosen jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya.
- Wenny Irawati PhD dkk, judul: Karakterisasi senyawa bioaktif dalam limbah kulit jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai sumber antioksidan alami untuk terapi diabetes militus (Desentralisasi: Hibah Bersaing).
- Dr. Suratno Laurentius dkk, judul: Analisis transfer massa pada pemurnian ethanol dalam memproduksi fuel grade ethanol secara adsorpsi menggunakan zeolit alam malang (Desentralisasi: Penelitian Fundamental).
- Yohanes Sudaryanto MT dkk, judul: Biogas dari limbah bulu ayam potong dengan mechanical-chemical-thermal treatment (Desentralisasi: Hibah Bersaing)
- Ery Susiani Retnoningtyas MT dkk, judul: Pembuatan tepung gadung menjadi bahan pangan tinggi protein dan aman dikonsumsi (Desentralisasi: Hibah Bersaing)
- Suryadi Ismadji, PhD dkk, judul: Modifikasi bentonite dan kaolin dengan menggunakan surfaktan alami dan surfaktan berbasis gula: Pengembangan mekanisme modifikasi, model adsorpsi multikomponen dan aplikasi untuk penyerapan limbah (Kompetisi Nasional: Penelitian Kompetensi).
- Herman Hindarso MT dkk, judul: Pembuatan biodiesel dari mikroalga menggunakan metode microwave dengan katalis heterogen (Desentralisasi: Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi).
Mahasiswa Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya berhasil mendapatkan 8 PKM-P DIKTI
8 Kelompok mahasiswa Teknik Kimia Unika Widya Mandala berhasil memperoleh PKM-Penelitian DIKTI untuk tahun 2014. Kelompok mahasiswa tersebut adalah:
- Jindrayani Nyoo Putro dkk, judul: Konversi ampas tebu menjadi bioavtur dengan teknologi hijau subkritis.
- Sarah yarden Palinggi dkk, judul: Jerami padi: dari limbah menjadi biogas
- Daniel Vincent Sandjaya dkk, judul: Teknik mikroenskapsulasi antioksidan alami dari limbah kulit kacang sebagai upaya peningkatan kualitas minyak kacang pada home industri.
- Boby Setia Gunawan dkk, judul: Potensi senyawa fenolik dari terung ungu sebagai antioksidan, anti bakteri, dan anti kanker alami pada handbody lotion.
- Jeanete Cindy Claudia dkk, judul: Teknologi anti mutagen (TAM) pada adsorpsi pengolahan limba pabrik antibiotik amoksisilin-ampicilin dengan kaolin termodifikasi
- Calvin Hardi Garchia dkk, judul: Peningkatan konversi jerami padi menjadi bioethanol melalui pretreatment dengan bantuan gelombang mikro dan gelombang ultrasonik.
- Antonius Fredy Kurniawan dkk, judul: Pemanfaatan enceng gondok sebagai media penyimpan energi.
- Soegiarto Adi Soenjaya dkk, judul: Pembuatan serat karbon sebagai bahan pembuatan advanced material.
Selamat atas prestasi yang dicapai !
Tuesday, 14 January 2014
Publikasi Teknik Kimia Unika Widya Mandala di Chemical Engineering Journal
Satu paper lagi berhasil dipublikasikan di Chemical Engineering Journal (volume 241 tahun 2014, halaman 9-18). Judul artikel adalah
Investigation on the montmorillonite adsorption of biocidal compounds incorporating thermodynamical-based multicomponent adsorption isotherm
Investigation on the montmorillonite adsorption of biocidal compounds incorporating thermodynamical-based multicomponent adsorption isotherm
Publikasi Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya di Fuel
Publikasi terbaru Teknik Kimia Unika Widya Mandala di Fuel 120 (2014) 48-52 dengan judul:
Biodiesel production under subcritical solvent condition using subcritical water treated whole jatropha curcas seed kernels and possible use of hydrolysates to grow Yarrowia lipolytica
Biodiesel production under subcritical solvent condition using subcritical water treated whole jatropha curcas seed kernels and possible use of hydrolysates to grow Yarrowia lipolytica
Monday, 30 December 2013
Selamat Hari Natal 2013 dan Tahun Baru 2014
Segenap pimpinan, dosen dan karyawan Jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya mengucapkan selamat Hari Natal 2013 dan Tahun Baru 2014
Saturday, 14 December 2013
Chemical Engineering Newsletter Volume 8 no 2 Tahun 2013
Newsletter Teknik Kimia terbaru dapat dilihat pada halaman blog bagian newsletter atau bisa dilihat di link berikut
http://suryadi.webege.com/web_documents/merged_document.pdf
Terima kasih
http://suryadi.webege.com/web_documents/merged_document.pdf
Terima kasih
Friday, 13 December 2013
Congratulation to Alfin Kurniawan, Ong Lu Ki dan Wijaya Suryaseputra
Alfin Kurniawan, Ong Lu Ki dan Wiajaya Suryaseputra (alumni angkatan 2008) telah berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk studi Master di NTUST (National Taiwan University of Science and Technology), Taiwan.
Congratulation !
Congratulation !
Monday, 9 December 2013
Blanko Risk Assesment
Blanko Risk Assessment dapat di unduh di
http://suryadi.webege.com/1_23_Blanko-Risk-Assessment.html
http://suryadi.webege.com/1_23_Blanko-Risk-Assessment.html
Friday, 15 November 2013
JIndrayani Nyoo Putro Juara III PPRI ke 12 tahun 2013 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Jindrayani Nyoo Putro mahasiswa Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya angkatan 2011 berhasil menjadi Juara III Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia ke 12 tahun 2013 yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Final PPRI ke 12 tahun 2013 telah dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Nopember 2013 di LIPI Jakarta.
Selamat dan sukses untuk Jindrayani Nyoo Putro.
Saturday, 2 November 2013
Sumbangan Alumni Teknik Kimia sampai tanggal 2 Nopember 2013
Dear all, hingga tanggal 2 Nopember 2013 sumbangan alumni Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya untuk keperluan beasiswa adalah sebesar Rp 15.503.795,-. Peran serta para alumni untuk membantu adik kelas yang membutuhkan dana masih sangat kita harapkan. Sumbangan bisa disalurkan ke Kajur Teknik Kimia (Wenny Irawaty PhD), thank you
Monday, 28 October 2013
Survey Alumni Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya
For Alumni:
Untuk Alumni Jurusan Teknik Kimia khususnya angkatan 2004 sampai dengan 2009, dimohon bantuannya untuk mengisi survey alumni dengan link sebagai berikut:
https://www.surveymonkey.com/s/alumnitk2013
Untuk Alumni Jurusan Teknik Kimia angkatan sebelum 2004 dan
mempunyai bawahan Sarjana Teknik Kimia lulusan dari JTK-UKWMS, dimohon
bantuannya untuk mengisi survey stakeholder. Atau dimohon bantuannya
untuk meneruskan kepada pimpinannya untuk mengisi survey dengan link
sebagai berikut:
https://www.surveymonkey.com/s/stakeholdertk2013
Atas bantuan dan kerjasamanya, Jurusan Teknik Kimia - UKWMS mengucapkan terima kasih.
Beberapa berita berkaitan dengan mahasiswa Teknik Kimia Unika Widya Mandala pemenang TICA 2013
Beberapa berita berkaitan dengan pemenang TICA 2013 atas nama Jindrayani Nyoo Putro dapat dilihat di web berikut:
http://regional.kompas.com/read/2013/10/27/0859570/Mahasiswi.Ini.Teliti.Kulit.Kacang.Sebagai.Bahan.Bakar.
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/187807/teliti_kulit_kacang,_mahasiswa_uwm_menang_di_jepang.html#.UnA_oFOqvWc
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/120235/mahasiswi-widya-mandala-teliti-bahan-bakar-kulit-kacang
http://kaltim.tribunnews.com/2013/10/27/mahasiswi-ini-teliti-kulit-kacang-sebagai-bahan-bakar
http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/10/kulit-kacang-bisa-dijadikan-bahan-bakar.html
http://manusiaonline.blogspot.com/2013/10/mahasiswi-wm-teliti-bahan-bakar-kulit.html
http://regional.kompas.com/read/2013/10/27/0859570/Mahasiswi.Ini.Teliti.Kulit.Kacang.Sebagai.Bahan.Bakar.
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/187807/teliti_kulit_kacang,_mahasiswa_uwm_menang_di_jepang.html#.UnA_oFOqvWc
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/120235/mahasiswi-widya-mandala-teliti-bahan-bakar-kulit-kacang
http://kaltim.tribunnews.com/2013/10/27/mahasiswi-ini-teliti-kulit-kacang-sebagai-bahan-bakar
http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/10/kulit-kacang-bisa-dijadikan-bahan-bakar.html
http://manusiaonline.blogspot.com/2013/10/mahasiswi-wm-teliti-bahan-bakar-kulit.html
Kunjungan beberapa alumni angkatan 1997-1998 ke Teknik Kimia Widya Mandala
Beberapa hari yang lalu 5 orang alumni Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya mengunjungi almamaternya, berikut foto kunjungan mereka
Thursday, 10 October 2013
Pemenang TICA 2013 (Tokyo Tech Indonesian Commitment Awards 2013)
Pada ajang TICA 2013 ini mahasiswa-mahasiswa Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya kembali menunjukkan prestasi terbaiknya dengan memperoleh beberapa penghargaan. Jindrayani Nyoo Putro berhasil meraih 3 paper terbaik (pemenang) TICA 2013, sedangkan Merry Anggraeni Setiawan dan kawan-kawan meraih 9 best papers (finalis) TICA 2013. Sedangkan 2 kelompok mahasiswa yang lain yang masing-masing diketuai oleh Cynthia Widjaja dan Anita Yuliviana masuk dalam kategori 50 best papers TICA 2013.
Congratulation for all of you !
Berita mengenai TICA 2013 adalah sebagai berikut:
Pengumuman Pemenang TICA 2013
Setelah melalui proses panjang pendaftaran, review dan seleksi paper, kami mengucapkan selamat kepada 3 paper terbaik yang dinyatakan sebagai pemenang TICA 2013.- Perancangan, Pemodelan Kinematik,dan Implementasi Robot Ikan Autonomous untuk Penginderaan Perairan oleh Alissa Ully Ashar asal Institut Teknologi Bandung
- Kulit kacang sebagai sumber bahan baru untuk produksi intermediate bahan bakar bio-jet oleh Jindrayani Nyoo Putro asal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
- Pasar wisata barukoto, penekanan pada integrasi fungsi pasar terhadap bangunan bersejarah kota tua bengkulu oleh Robi Aria Samudra asal Universitas Gadjah Mada
http://ppi-tokodai.org/category/tica2013/
Wednesday, 9 October 2013
Finalis Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-12 Tahun 2013
Satu mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Unika Widya Mandala Surabaya yaitu Jindrayani Nyoo Putro berhasil masuk final dalam Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Jindra berhasil masuk final pada kategori Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Finalis-finalis dalam kategori ini adalah sebagai berikut
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
1. Jindrayani Nyoo Putro (ID peserta 1372744773), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Jawa Timur, dengan judul "Bioaftur dari
Limbah Ampas Tebu".
2. Royan Dawud Aldian (ID peserta 1377937223), Universitas Airlangga, Jawa Timur, dengan judul "Deteksi Suara Anak Autis menggunakan Jaringan Saraf Tiruan".
3. Handiko Gesang Anugrah Sejati (ID peserta 1378207156), Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Sistem Telemonitoring Keselamatan Bendungan Waduk Sermo Kabupaten Kulonprogo Berbasis Frequency Shift Keying".
4. Indra Gunawan (ID peserta 1378460677), Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, dengan judul "Perancangan dan Pembuatan Pendingin Adsorpsi Padat Berselang Skala Kecil".
5. Muhammad Iqbal dan Yuki Desiandini (ID peserta 1378582950), Universitas Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Optimasi
Konsentrasi Induksi Xylose, Kecepatan Agitasi, dan Laju Aerasi pada
Kultivasi Bakteri Bacillus subtilis Rekombinan untuk Memproduksi protein
Apoptin sebagai Senyawa Penginduksi Apoptosis Sel Kanker".
Subscribe to:
Posts (Atom)


